Skip to content

Musholah Gedung YTKI, Jakarta

August 6, 2010

Gedung YTKI merupakan satu diantara gedung yang ada di kawasan perkantoran yang ada di jalan Jenderal Gatot Subroto ini beberapa waktu lalu saya sambangi untuk keperluan pekerjaan –yang tak lain adalah liputan. Namun bukan gedung yang di maksud, melainkan sebuah tempat hang out yang ada di gedung sebelahnya belakangnya yakni City Plaza. Nah, usai menghadiri acara peluncuran sebuah produk ponsel itulah, saya sempatkan mampir ke musholah yang ada tepat di halaman belakang gedung YTKI tersebut, karena memang waktu hampir menunjuk pada angka 2 siang.

Musholah yang terletak di area parkir belakang gedung tersebut, nampak asri dan rindang di bawah naungan pepohonan besar yang ada di halaman yang mempertemukan antara gedung YTKI dan Annex di bagian belakangnya. Musholah persegi ini memiliki dua pintu masuk di sudut kanan kirinya –yang memang sengaja untuk memisahkan antara jamaah pria dan wanita. Pun tentunya dengan tempat wudhunya. Dimana pintu masuk dan tempat wudhu untuk kaum pria ada di sisi kanan, sedangkan jamaah wanita ada di sisi kiri atau selatan.

Meski demikian, pada musholah persegi ini jamaah harus berbagi ruang sholat. Yah, khususnya jamaah wanita mau tidak mau harus rela menempati hanya seperempat di bagian belakang sisi kiri dari musholah tersebut. Sementara jamaah pria menempati tiga per empatnya membentuk letter L. Paling tidak, ruang sholat untuk kaum pria menempati sekira empat shaf ke belakang di tambah tiga shaf, tepat di pintu masuk –yang berbagi dengan ruang sholat kaum wanita.

Ruang sholat berlantai keramik ini dihampari karpet bermotif sajadah warna merah. Paling tidak, setiap shafnya mampu memuat sekira sepuluh. Bangunan ini memang layaknya musholah di kebanyakan tempat, semisal pemukiman atau perkampungan. Selain berdiri di lahan terbuka, bangunannya memang didesain khusus sebagai tempat ibadah sholat.  Di bagian kiblatnya, terdapat ruang mihrab yang dihampari sajadah warna biru di atas permadani ukuran tanggung. Selain itu di sisi kanan kirinya, pada dinding di sisi kiblat terdapat jendela. Selain sebagai media masuknya sinar alam matahari, juga tentunya untuk sirkulasi udara. Sirkulasi udara pun bisa dihadirkan lewat ventilasi yang ditanam di tembok sekira setengah meter dari lantai. Pun pada dasar plafonnya, terdapat bukaan yang memanjang. Sementara di sisi kanan-kiri mihrab terdapat susunan glass block. Meski sudah didesain dengan banyak bukaan sirkulasi udara, pengelola pun melengkapi musholah ini dengan kipas angin yang terpasang di dinding sisi kanan kirinya. Sehingga memberi kesejukan tersendiri ketika matahari tengah teriknya menyinari bumi ini.

Di halaman depan musholah terdapat bangku taman statis dari besi yang digunakan sebagai ruang tunggu sekaligus teras. Di area ini pula, tersedia kotak penyimpanan sepatu/sandal. Teras ini juga merupakan koridor penghubung antara gedung YTKI dan gedung Annex yang ada di belakangnya.

Jadi, jika tengah berada di kawasan perkantoran ini, tak usah sungkan-sungkan ketika waktu sholat tiba langsung saja menuju musholah yang ada di area parkir atau luar gedung tersebut. Semoga membantu…

Catatan: Musholah ini terakhir saya sambangi pada pertengahan Juli lalu, saat waktu dzuhur.

Advertisements
2 Comments leave one →
  1. August 15, 2011 7:56 PM

    mantappp 🙂

  2. Bagio. permalink
    July 21, 2013 10:50 AM

    Memungkinkan untuk diperluas, agar bisa menampung jamaah lebih banyak,semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: