Skip to content

Musholah Stasiun Gambir, Jakarta

May 3, 2010

Bagi yang kerap menggunakan jasa angkutan transportasi kereta api, tentunya kawasan ini sudah tak asing lagi. Dan lumayan, kondisi stasiun ini sekarang lebih tertata rapi dan sedikit kinclong. Meski di sana-sini masih tampak kesemrawutannya.  Nah, medio April lalu, saya bertandang ke kawasan ini untuk mengantar adik pulang ke kampung. Kala itu hampir saja, jadwal kereta yang dituju akan berlalu. Terlebih lagi, waktu magrib pun segera berlalu pula. Untungnya, masih tersisa waktu untuk membeli tiket, lalu mengantar dia namun tak sampai ke peron, karena nguber waktu magrib yang terus merangkak ke isya.

Akhirnya, usai memastikan dia berada di peron yang benar, buru-buru meluncur ke musholah yang ada di kawasan stasiun Gambir, pintu selatan. Di mana di sayap selatan itu terdapat banyak gerai yang menjajakan aneka jajanan dan makanan. Ada pula gerai yang digunakan sebagai kantor pemasaran dan perbankan. Letaknya berdekatan dengan toilet umum, sejajar dengan bank BRI atau berhadapan dengan gerai yang menjajakan aneka kue donat.

Sepintas, musholah yang letaknya agak ngumpet ini memang tak terlalu luas, bahkan boleh dibilang sempit. Ya, pasalnya meski antara ruang sholat jamaah pria dan wanita terpisah baik ruangan maupun pintu masuknya. Pun dengan tempat wudhunya, tapi musholah ini memang sempit. Hanya muat 2-3 shaf (baca: baris) saja, itu pun paling sekira 5-6 orang per barisnya.

Di musholah yang dilengkapi dengan karpet motif sajadah warna hijau. Selain itu semburan hawa sejuk begitu terasa, karena musholah ini dilengkapi dengan pendingin udara ruangan. Beberapa hiasan foto serta kaligrafi menghiasi dindingnya. Musholah ini dilengkapi dengan tempat wudhu yang ada di depan pintu masuk, masing-masing musholah (pria/wanita).  Karena, kapasitasnya tidak besar, maka kran air wudhu pun hanya tersedia dua kran saja. Tapi paling tidak, musholah ini memberikan kenyamanan tersendiri, karena tidak mempertemukan jamaah pria dan wanita dalam satu ruangan, baik ruang sholat maupun tempat wudhunya. Meski memang koridor antara musholah dan toilet yang berhadapan itu sangat sempit hanya sekira semeteran lebarnya.

Jadi, bagi saudara-saudara yang tengah berada di kawasan stasiun Gambir dan hendak menunaikan ibadah sholat, tak usah sungkan-sungkan langkahkan kaki ke pintu selatan (kawasan bisnis center) stasiun Gambir. Di sanalah musholah itu berada. Sebenarnya, ada juga musholah yang lebih besar di kawasan ini, yakni ada di sisi utara dekat dengan pangkalan Damri. Bahkan musholah ini kerap digunakan pula untuk sholat jumat. Secara kebetulan sebelum menemukan musholah yang di sisi selatan, saya kerap menyambangi musholah ini.

Catatan: Musholah ini terakhir saya sambangi pada medio April lalu.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: