Skip to content

Masjid Al-Jami’ah, Kampus UIN Jakarta

April 27, 2010

Siapa yang tak kenal dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, lembaga pendidikan berlabel Islam terkemuka di negeri ini. Seiring berubahnya statusnya dari Institut Agama Islam Negeri menjadi Universitas Islam Negeri pada 2002 silam, maka berubah pula penampilan fisik dari kampus yang berada di kawasan Ciputat ini. Kian megah dan mentereng diantara bangunan-bangunan lingkungan sekitarnya.

Tentunya, tempat ibadah yang disedikan dalam hal ini masjid pun tampil megah. Pun dengan musholah yang tersebar di setiap sudut gedung fakultas, tertata apik. Mengenai masjid, dulu waktu jamannya penulis kuliah di kampus ini hanya terdapat masjid yang tak terlalu besar, sehingga banyak kalangan menyebutnya bukan masjid tapi hanya ‘musholah’. Kini, masjid yang dinamai masjid Al-Jami’ah berdiri megah, dua lantai, berhias kaligrafi dan kubahnya yang menjulang tampil sebagai void dari bangunan yang menjadi satu kesatuan dari gedung Student Center (SC) alias pusat kegiatan mahasiswa.

Beberapa kali berkunjung ke kampus, penulis sempatkan untuk sholat di masjid ini kala waktu sholat tiba. Namun, perlu diingat, bahwa masjid ini berdiri sendiri di dalam kampus, sementara masjid yang berada di luar kampus yakni masjid Fathullah. Jadi, memang di kawasan kampus UIN Jakarta itu terdapat dua masjid besar yang semuanya di bawah pengawasan UIN Jakarta. Mungkin untuk masjid Fathullah insya allah akan penulis review dalam kesempatan lain.

Masjid atau tempat sholat sendiri terdapat di lantai dua sementara lantai satu merupakan aula SC yang menjadi tempat favorit mahasiswa menggelar kegiatan. Di sisi aula (lantai satu) inilah tempat wudlu yang luas dengan fasilitas pendukungnya. Untuk menuju ke masjid, bisa diakses melalui tangga yang ada di dalam tempat wudlu itu sendiri atau bisa juga lewat koridor aula yang mempertemukan tangga menuju lapangan serbaguna (basket, tenis, futsal, volly, badminton) lalu tinggal naik tangga utama masjid. Pintu masuk dalam hal ini tangga untuk jamaah pria dan wanita dipisah. Untuk jamaah wanita sendiri bisa langsung menuju ke ruang sholat –yang memang dikhususkan– melalui tangga tempat wudhu atau dari tribun.

Hamparan karpet warna hijau bermotif sajadah –sebagaimana kebanyakan di masjid– dengan bentangan hampir lebih dari 20 meter untuk satu shaf-nya saja, jadi bisa dibayangkan daya tampung dari masjid ini. Maklum, mahasiswa kampus ini pun berjumlah ribuan. Untuk menghadirkan udara sejuk, pengelola masjid melengkapinya dengan kipas angin yang disebar di beberapa titik. Hiasan kaligrafi yang indah kian mempercantik masjid ini.

Jadi, bagi yang tengah ada di lingkungan kampus UIN Jakarta, jika memang waktu sholat telah tiba, tak usah ragu-ragu menuju masjid Al-Jami’ah yang ada di kawasan SC. Insya Allah setiap waktunya, kumandang adzan kerap dikumandangkan dengan merdu oleh muadzin. Namun, demikian Anda pun bisa menunaikan ibadah sholat di beberapa musholah yang tersedia di setiap gedungnya. Penulis sendiri pernah menyempatkan diri sholat di musholah yang ada di lantai dasar gedung Fakultas Sain dan Teknologi/Fakultas Ekonomi disayap kanan. Pasalnya antara masjid dan gedung tersebut terpaut jarak yang lumayan jauh di ujung kampus dan dipisahkan Fakultas Adab dan Humaniora dan bangunan perpustakaan utama. Musholah itu pun dilengkapi dengan tempat wudhu yang menyatu dan pintu masuk maupun tempat wudhu jamaah pria dan wanitanya pun terpisah.

Catatan: terakhir masjid ini kami sambangi pada awal April 2010.

Advertisements
4 Comments leave one →
  1. September 27, 2010 4:56 PM

    wah tempatnya bagus

    • September 29, 2010 4:11 PM

      terima kasih atas kunjungannya… btw: nabila pernah menyambangi masjid yg ada di kampus UIN Jakarta kah?? jangan kaget kalo ada beberapa sudut ruangan khususnya di area wudhu dan tangga menuju area sholat amat menyedihkan alias tak terurus…. semoga ini sebagai masukan dan kritikan bagi pengelola/pengurus masjid UIN Jakarta sekaligus pejabat kampus UIN Jakarta…

      • usahamandiri permalink
        February 17, 2012 10:14 PM

        bukan hanya dari pengurus, dari mahasiswa uin nya juga harus turut mengelola..
        ada aksi bersih-bersih masjid..

  2. November 15, 2012 9:14 AM

    terimakasih atas kunjungannya… memang benar bersih-bersih masjid bukan sekadar tugas dari pengurus, melainkan tanggungjawab kaum muslim, khusunya yang ada di kawasan itu (mahasiswa/karyawan/dosen) semoga bisa terwujud…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: